Mt. Rinjani

rinjani

Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi di gugusan kepulauan Sunda Kecil, dengan ketinggian 3.726 m dari permukaan laut. Rinjani juga merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia serta juga masih aktif dan secara periodik memperlihatakan keaktifannya dari kepundan anak gunung barunya yang muncul dari tengah danau kaldera yang terkenal dari gunung ini yaitu Danau Segara Anak. Gunung ini berada di pulau Lombok propinsi Nusa Tenggara Barat pada posisi lintang 8º25′ LS dan 116º28′ BT. Secara administrasi gunung ini berada dibawah naungan Taman Nasional Gunung Rinjani. Rute normal pendakian ke puncak gunung ini ada dua yaitu dari Desa Sembalun dan Desa Senaru.

Fakta Tentang Gunung Rinjani

Beberapa fakta tentang gunung Rinjani sebagai berikut:

  • Gunung api tertinggi kedua di Indonesia dan puncak tertinggi di Kepulauan Sunda Kecil
  • Gunung Rinjani berjenis Strato dengan danau kawah
  • Gunung yang paling sering di kunjungi wisatawan manca negara.

IMG_0177Jalur Pendakian

Ada dua rute normal pendakian ke puncak gunung ini yaitu dari Sembalun dan dari Senaru. Di web ini hanya kaan membahas jalur dari Semablun saja karena rute ini biasanya rute yang banyak dipilih untuk mencapai puncak Gunung Rinjani. Dari gerbang Sembalun Lawang hingga ke puncak memakan waktu kurang lebih 10 jam. Jalur ini sangat indah pemandangannya dengan padang-padang savanna yang menguning. Jalur trek yang berliku di punggungan gunung, jalurnya tidak terlalu curam hanya saja karena daerah savanna panas terik matahari akan sangat terasa. Berikut alur etape jalur pendakian Sembalun:

Etape Sembalun Lawang ke Pos I
Pendakian dimulai dari desa Sembalun lawang yang yang berada pada ketinggian ± 1156m dpl. Sebelum mendaki kita harus melapor di pos taman nasional. Disini juga terdapat losmen untuk beristirahat dengan nama Pondok Sembalun. Dari jalan raya gerbang pendakian segera terlihat dan disamping gerbang ada patung bawang yang besar. Ini mungkin dikarenakan daerah ini adalah penghasil bawang di Lombok. Sepajang jalur ini kita hanya melewati padang rumput yang mendaki dan menurun sesekali menyeberangi kali yang kering serta beberapa cemara gunung (casuarina junghuhniana). Normal jarak tempuh jalur ini adalah ± 2 jam

IMG_0521Etape Pos I ke Pos II
Pos I (08°19′ 44,7″ LS 116° 24′ 07,6″ BT) atau Pos Pemantauan merupakan sebuah pondok tanpa lantai yang teletak ditengah jalur di daerah padang rumput serta berada pada ketinggian 1300m dpl. Pos ini tidak ada sumber air. Jalur dari pos ini ke Pos II masih sedikit menanjak dan padang rumput yang terbuka serta masih melewati beberapa aliran lahar dan kali kering. Jalan setapaknya sendiri kadang menurun cukup curam. Normal jarak tempuh jalur ini adalah ±1 jam.

Etape Pos II ke Pos III
Pos II (08°20′ 56,2″ LS 116° 23′ 43,4″ BT) atau Pos Tengengean terletak di sebelah kiri jalan agak menjorok kedalam dengan ketinggian 1500m dpl, dan didepan pos ini terdapat sungai kering serta jembatan diatasnya yang merupakan jalur pada rute ini. Di pos ini kita bisa jumpai sumber mata air dan sebuah toilet yang merupakan hasil sumbangan dari sebuah LSM asal New Zealand. Pos nya sendiri letaknya disebuah lembah yang diapit bukit. Jarak tempuh normal ± 1 jam

Etape Pos III ke Plawangan Sembalun ( Plawangan II)
Pos III atau Pos Pada Balong (08°22′ 10,5″ LS 116° 23′ 57,1″ BT) terletak persis dipinggir aliran lahar/sungai kering, pada ketinggian 1800m dpl. Sebelum mencapai pos ini kita akan bertemu sebuah persimpangan jalan yang memisahkan jalur ke bukit penyesalan (kanan) dan ke jalur penderitaan (kiri). Saat ini jalur yang sering dipakai adalah jalur penderitaan, sedangkan jalur bukit penyesalan sendiri jembatannya sudah runtuh dan jalan setapaknya sudah tidak begitu jelas. Kondisi Pos III ini masih sangat bagus dibanding dua pos sebelumnya. Dari pos ini menuju Plawangan kita akan dihadapkan dengan tanjakan bukit sembilan. Karena kita memang melewati sembilan bukit sebelum sampai di gigiran punggungan yang kemudian belok kiri menuju ke Plawangan. Jarak tempuh normal ± 3,5 jam.

IMG_0283Etape Plawangan Sembalun – Puncak Rinjani
Plawangan (08°23′ 36,1″ LS 116° 26′ 26,4″ BT) sendiri merupakan sebuah dataran yang cukup luas untuk beberapa tenda yang terletak diatas gigiran punggungan yang menyatukan dengan pungungan menuju puncak serta berada pada ketinggian 2639m dpl. Dari sini terlihat jelas Segara anakan dan gunung baru. Disini terdapat sebuah toilet, dan juga sebuah sumber air yang berupa pancuran. Puncak Rinjani terlihat kelas dari sini. Hati-hati terhadap monyet didaerah ini mereka sangat agresif untuk merebut makanan setiap pendaki yang lengah. Jarak tempuh normal kepuncak ±3 jam.

PUNCAK 3726M dpl.
Perjalanan dari Plawangan kepuncak mulai dihadapkan pada tanjakan-tanjankan yang curam dan berdebu sampai pada batas gigiran puncak kemudian berbelok kekiri mengikuti gigiran puncak yang berpasir lembut membuat sulit untuk melangkah. Mendekati puncak tanjakan cukup terjal dan berpasir halus. Pemandangan di sekitar puncak kita dapat melihat sayup-sayup dari arah timur ada gunung Tambora serta kepulaan Sumbawa, sebelah barat terlihat Gunung Agung di bali serta pelabuhan Lembar dan juga kearah bawahnya ada segara anakan beserta Gunung Baru Jari, sebelah utara kearah bawah kita bisa melihat kawah gunung Rinjani yang sudah tidak aktif lagi.

Penampang 3D Gunung Rinjani

Rinjani 3D

Peta Rute Pendakian
Note: klik menu kanan atas peta untuk mengubah jenis tampilan peta.

Bookmark the permalink.

Comments are closed.