Konsep Dasar Menetapkan 7 Puncak Indonesia

konsep

Di Indonesia banyak sekali terdapat gunung-gunung baik gunung berapi maupun yang bukan berapi, jika kita berbicara mengenai puncak-puncak tertinggi di Indonesia, pastilah puncak-puncak tersebut adalah puncak gunung yang berada di pulau Papua, karena di pulau ini gunung-gunungnya rata-rata berketinggian 4000 mdpl keatas. Namun jika hanya Papua saja maka itu tidaklah terlalu mencerminkan Indonesia, karena Indonesia terdiri dari keaneka ragaman suku bangsa dan budaya hendaknya puncak-puncak Indonesia tersebut juga tersebar di setiap daerahnya tidak hanya terpusat pada satu pulau saja.

Berangkat dari pemikiran demikian maka penggagas konsep ini pun mulai mencari definisi yang cocok untuk membuat sebuah konsep yang bisa mewakili seluruh wilayah Indonesia. Konsep 7 puncak dunia juga bisa diterapkan di Indonesia hanya dengan modifikasi pada cara menentukan dasar dari didapatnya angka 7 (tujuh) untuk menentukan 7 puncak tertinggi. Seperti yang kita ketahui Indonesia memiliki ribuan pulau-pulau besar dan kecil, jika menetapkan beberapa puncak tertinggi disetiap pulau-pulau tersebut akan membuat banyak sekali puncak-puncak, bisa dibayangkan akan banyak sekali dan jadi tidak terlalu “eyes catching” . Maka agar bisa lebih sesuai dan lebih menjual haruslah dicari konsep dasar perhitungannya, akhirnya Hendri Agustin mengadopsi angka 7 (tujuh) dari konsep tujuh puncak dunia, namun Indonesia hanya memiliki 5 (lima) pulau besar yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dan banyak sekali pulau sedang dan kecil, maka untuk mendapatkan angka 7 (tujuh) pada konsep ini dibagilah kepulauan sedang dan kecil tersebut menjadi 2 (dua) gugusan kepulauan besar.

Salah satu gugusan kepulauan yang dijadikan satu adalah gugusan kepulauan Maluku mulai dari kepulauan Maluku Utara hingga selatan, agar genap menjadi 7 (tujuh) di perlu dikelompokan lagi satu gugusan kepulauan dan untuk menjadikan pulau-pulau sedang dan kecil yang tersisa yaitu mulai dari pulau Bali hingga flores menjadi satu gugusan kepulauan besar perlu sebuah dasar alasan dan akhirnya didapatlah sebuah dasar alasan untuk menjadikannya sebagai satu gugusan kepulauan besar. Adalah Moh. Yamin pada tahun 1950 yang merupakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menamakan gugusan kepulauan mulai dari pulau Bali hingga Nusa Tenggara dan Flores sebagai gugusan kepulauan Sunda Kecil. Maka dengan demikian lengkaplah sudah 7 (tujuh) pulau/kepulauan besar Indonesia. Setelah konsep dasar didapat yaitu 7 (tujuh) pulau/kepulauan besar Indonesia didapat, selanjutnya amatlah mudah menentukan 7(tujuh) puncak tertinggi di 7 (tujuh) pulau/kepulauan besar Indonesia yaitu sebagai berikut:

Pulau Sumatera:
Puncak tertinggi di pulau Sumatera adalah puncak Gunung Kerinci dengan ketinggian puncaknya 3.805 m dari permukaan laut. Gunung ini Berada di perbatasan propinsi Sumatera Barat dan propinsi Jambi pada lintang 10°45,50’ LS dan 1010°160’ BT. Gunung ini juga berada di bawah naungan administrasi Taman Nasional Kerinci Seblat. Gunung Kerinci merupakan gunung berapi yang tergolong aktif. Gunung ini bisa didaki dari rute normal pendakiannya didesa Kersik Tuo.

Pulau Jawa:
Dipulau ini banyak sekali terdapat gunung-gunung yang dengan ketinggian diatas 3.000 m, dan puncak gunung yang tertinggi di pulau ini adalah puncak Gunung Semeru yang mempunyai ketinggian 3.676 m dari permukaan laut. Posisi gunung ini berada di propinsi Jawa Timur diantara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06’LS dan 120°55’ BT. Semeru adalah salah satu gunung berapi yang teraktif di Indonesia, setiap lebih kurang 20 menit sekali kawahnya mengeluarkan abu vulkanik berwarna hitam bercampur pasir dan batu-batu kecil. Gunung ini berada dibawah pengawasan administrasi dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Rute pendakian normal gunung ini dimulai dari Desa Ranupane.

Pulau Kalimantan:
Dipulau ini sebenarnya puncak gunung tertingginya adalah gunung Kinabalu, akan tetapi gunung tersebut berada dibawah kedaulatan negara jiran Malaysia sehingga tidak bisa dimasukan kedalam kelompok “The Seven Summits of Indonesia”. Oleh karena itu maka puncak gunung tertingginya dipengang oleh Gunung Bukit Raya dengan ketinggian 2.278 m dari permukaan laut, gunung ini berada di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada posisi 112º 07’ – 112º 56’ BT dan 00º 24’ – 00º 59’ LS. Gunung ini bukan gunung berapi, dan berada dibawah pengawasan Taman Nasional Bukit Baka – Bukit Raya. Rute normal pendakian gunung ini berawal dari Dusun Rantau Malam, akses ke dusun ini bisa dilakukan dari Pontianak.

Pulau Sulawesi:
Puncak gunung tertinggi di pulau ini dipegang oleh pegunungan Latimojong dengan puncak tertingginya bernama Rante Mario memiliki ketinggian 3.430 m dari permukaan laut. Pegunungan Latimojong ini berada di kabupaten Enrekang propinsi Sulawesi Selatan, pada koordinat 120°01’30’ BT – 03°23’01’ LS serta bukan merupakan gunung berapi. Akses rute normal pendakiannya berawal dari desa Karangan. Pegunungan Latimojong ini belum termasuk kedalam pengelolaan taman nasional, diharapkan kelak pemerintah bisa menetapkannya sebagai sebuah taman nasional.

Pulau Papua:
Puncak gunung tertinggi di pulau ini adalah merupakan juga puncak tertinggi di Indonesia dan juga masuk kedalam salah satu Seven Summit di tujuh benua dunia, yaitu Carstenzs Pyramid dengan ketinggian 4.884 m dari permukaan laut, puncak Carstenzs berada didalam kawasan pegunungan Jaya Wijaya pada posisi 04º03’48’LS 137º11’09’BT, yang merupakan gunung karang (limestone), dan terdapat hamparan salju abadi dibeberapa tempat di pegunungan ini. Gunung yang berada di provinsi Papua ini bisa diakses lewat rute normal dari desa Ilaga dan Sugapa.

Kepulauan Maluku:
Kepulauan Maluku juga dikelompokan sebagai satu kepulauan utama, puncak gunung tertinggi di kepulauan ini adalah puncak Gunung Binaiya dengan ketinggian 3.027 m dari permukaan laut.dan terletak di propinsi Maluku, tepatnya di pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah pada posisi geografis 3° 10’ LS dan 129°28. BT. Gunung ini juga bukan gunung berapi. Akses rute normal pendakian kepuncaknya bisa dimulai dari desa Kanike dari sisi Utara dan desa Piliana dari sisi Selatan. Gunung ini berada dalam kawasan Taman Nasional Manusela dan perijinan pendakian nya bisa diurus di kota Masohi .

Kepulauan Sunda Kecil.
Puncak tertinggi di kepulauan Sunda Kecil yaitu puncak gunung Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 m dari permukaan laut. Rinjani juga merupakan gunung berapi yang masih aktif dan secara periodik memperlihatakan keaktifannya dari kepundan anak gunung barunya yang muncul dari tengah danau kaldera yang terkenal dari gunung ini yaitu Danau Segara Anak. Gunung ini berada di pulau Lombok propinsi Nusa Tenggara Barat pada posisi lintang 8º25’ LS dan 116º28’ BT. Secara administrasi gunung ini berada dibawah naungan Taman Nasional Gunung Rinjani. Rute normal pendakian ke puncak gunung ini ada dua yaitu dari Desa Sembalun dan Desa Senaru.

Dengan demikian lengkap sudah konsep “The Seven Summits of Indonesia” ini. Penentuan puncak tertinggi adalah didasarkan pada konsep dasarnya yaitu penentuan 7 (tujuh) pulau/kepulauan besar Indonesia. Sehingga jika dikemudian hari seandainya ada perubahan ketinggian dari ke 7 (tujuh) gunung-gunung tersebut sebagai akibat kegiatan alam atau penemuan puncak gunung lain yang lebih tinggi tidak akan merubah konsep ini. Karena seperti yang diterangkan diatas penentuan puncak tertinggi adalah didasarkan pada pengelompokan ke tujuh pulau/kepulauan besar bukan pada gunungnya.

Comments are closed.